Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pengetahuan bahan

Sistem Penomoran/Kode Baja AISI Standard

American Iron and Steel Institute (AISI) dan Standard of Automotive Engineering(SAE) mengklasifikasikan besi dan baja berdasarkan struktu utama,paduan dan kadar karbon. Kemudian memberi nama dengan empat digit angka dibelakangnya. Contoh: AISI / SAE No 1020 digit pertama menunjukkan bahwa ini adalah baja karbon biasa. digit kedua menunjukkan tidak ada unsur paduan dua digit terakhir menunjukkan bahwa baja mengandung sekitar 0,20 persen karbon Contoh: AISI / SAE No 4340 dua digit pertama menunjukkan baja paduan Nikel- Chromium-Molybdenum dua digit terakhir menunjukkan kadar karbon sekitar 0,4 persen Berikut kode AISI besi dan baja seperti dilansir Engineering Tool Box ( http://engineeringtoolbox.com/aisi-sae-steel-numbering-system-d_1449.html ) 10xx Baja karbon Karbon biasa, Mn 1.00% max 11XX Resulfurized (belerang) 12xx Resulfurized / rephosphorized (belerang/posfor) 15XX Karbon biasa, Mn 1,00-1,65% 13xx Baja mangan Mn 1,75% 23XX Baja nikel Ni 3,50% 25xx Ni 5,00% 31XX Baja

Besi Cor (Pengenalan Bahan 3)

Besi cor adalah satu material penting dalam permesinan. Karbon (C) dan silikon (Si) adalah unsur paduan utama, dengan jumlah masing-masing berkisar 2,1-4% berat dan 1 sampai 3% berat. Besi paduan dengan konten karbon yang kurang dari itu dikenal sebagai baja.  Konon suhu lelehnya berkorelasi, biasanya mulai dari 1.150 sampai 1.200 ° C (2102 ke 2192 ° F), atau sekitar 300 ° C (572 ° F) lebih rendah dari titik leleh besi murni. Besi cor cenderung rapuh, kecuali untuk besi cor yang ditempa. Dengan  titik leleh relatif rendah, fluiditas yang baik, castability mesin yang sangat baik, ketahanan terhadap deformasi dan ketahanan aus, besi cor telah menjadi bahan rekayasa dengan berbagai aplikasi dan digunakan dalam pipa, mesin dan suku cadang industri otomotif, seperti kepala silinder, blok silinder dan kasus gearbox. Hal ini tahan terhadap perusakan dan melemahnya oleh oksidasi (karat). Unsur paduan Sifat besi cor adalah diubah dengan menambahkan berbagai elemen paduan, atau alloyants

Jenis-Jenis Bahan Bubutan ( Pengetahuan Bahan 2)

Jenis Bahan Ada banyak jenis bahan yang berbeda untuk dimilih ketika melakukan sebuah proyek. Untuk tujuan diskusi kita, bahan dasar dikelompokkan menjadi dua kategori,menjadi "non-logam" dan logam. Dalam hal untuk bahan logam ini,ini kemudian selanjutnya dikelompokkan lagi menjadi dua kelompok yaitu "ferrous" dan "non-ferrous". Masing-masing dari bahan memiliki karakteristik mereka sendiri dan membutuhkan teknik mesin yang berbeda. Pertimbangan yang cermat perlu diberikan kepada pemilihan material yang benar untuk aplikasi.Ferrous berarti mengandung Besi, baja misalnya. Non-ferrous tidak mengandung Besi misalnya aluminium, tembaga dan lainnya. Sebuah tes sederhana untuk bahan besi / non besi adalah dengan menggunakan magnet sebagai pengujinya,tentunya besi akan tertarik oleh magnet. Berikut ini adalah bahan-bahan umum yang digunakan di mesin bubut: Aluminium Alloy ( Aluminium paduan) Ada banyak jenis logam Paduan untuk dipilih,tetapi Alumini