Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tips

22 Tips Aman Menggunakan Mesin Bubut Untuk Pemula (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya gambar dari https://www.scribd.com/ 7. Miliki Beragam Ukuran Mur dan Baut Untuk memudahkan pekerjaan pembuatan drat luar dan dalam,sebaiknya kita memiliki contoh mur dan baut dalam beragam ukuran yang umum dulu,sebelum memiliki ukuran spesifik yang mungkin sering akan dikerjakan.  Percayalah,ini akan sangat memudahkan dan membuat kamu kelihatan lebih profesional,ketimbang meminta contoh mur atau baut pada konsumen. Jika itu adalah drat yang tidak umum,segera buat satu master,atau contoh atau sample yang akan digunakan untuk ukuran dalam proses produksi selanjutnya. Kalaupun dikasih sample sama pelanggan,sebaiknya segera dicopy.  8. Lumasi yang Bergesekan! gambar dari https://bbs.homeshopmachinist.net/ Pada tiap mesin bubut biasanya dilengkapi dengan petunjuk pelumasan. Lumasi secara berkala tempat tempat yang sudah disediakan tempat pelumasannya,seperti di eretan eretan,di lubang tailstock atau kepala lepas,di bantalan bantalan poros dan s

Cara Menyetel Pahat Bubut dengan Penggaris

Sebenarnya kita sudah tahu semua cara menyetel pahat bubut yang benar dan umum dilakukan. Cara ini juga diajarkan di sekolah menengah kejuruan khususnya di tekhnik mesin. Cara menyetel pahat bubut yang saya maksud adalah dengan pertama tama kita menjepit pahat di rumah pahat atau tool post, lalu kita bandingkan tingginya dengan live center atau ujung senter putar di kepala lepas. Jika tingginya sudah sama persis,maka posisi pahat bubut kita sudah pas. Tentunya masih perlu dicoba dengan melakukan proses pembubutan muka (facing). Jika hasil bubutannya rata sampai pusat benda kerja,maka sudah oke. Namun kalau masih ada sedikit yang menonjol di tengah benda kerja,maka posisi pahat bubut belum pas,bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Ini bisa terjadi karena,mungkin ujung senter yang kita pakai tadi sudah tumpul, atau posisinya belum pas di kepala lepas. Jadi ini suatu kelemahan cara penyetelan yang ini. Nah,dari obrolan dengan teman di facebook,saya menemukan tips yang cukup bagus dal

Tip Memilih Mesin Bubut Bekas

Mesin bubut second alias mesin bubut bekas adalah pilihan di tengah mahalnya harga mesin bubut baru. Disamping stok dari dalam negeri,kini banyak pihak yang mendatangkan mesin bubut bekas dari luar negeri,terutama Jepang. Maklum saja,disana mereka menerapkan standard akurasi yang sangat tinggi,jadi mesin-mesin perkakas jika sudah mencapai umur pakai tertentu akan diganti. Memilh Mesin Bubut,tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pekerjaan apa yang akan digarap,ketersediaan listrik Dan sebagainya. Yang ingin dibahas kali ini adalah layak tidaknya sebuah mesin bubut bekas itu kita ambil/beli. Ada beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian ketika kita memutuskan membeli sebuah mesin bubut bekas,saya akan coba berbagi kepada pembaca Blog ini,tips apa saja yang dibutuhkan.... 1. Periksa kondisi bed Ini Saya kira smua pasti tahu,karena ini yang paling umum dicek Dan bisa terlihat secara kasat mata. Pastikan bed mesin bubut yang akan Anda beli tidak banyak cacat,aus atau g

Pengaruh Bahan dan Pahat Bubut Terhadap Kecepatan Potong

 Berhubung ada rekan yang menanyakan cara menghasilkan pembubutan yang halus maka saya akan memposting secara bertahap tentang hal-hal yang mempengaruhi hasil pembubutan. Untuk kali ini akan kita bahas tentang kecepatan potong dan hubungannya dengan material yang dibubut,pahat bubut dan besarnya pemakanan. Kecepatan Pemotongan  (Cutting Speed) dari suatu material adalah jumlah ideal pemotongan dalam satuan Kaki-per Menit atau milimeter per menit. "Ideal" mengasumsikan kecepatan potong pahat bubutb yang tajam dan pendingin yang cukup. Penyesuaian perlu dibuat untuk keadaan yang kurang dari kondisi pemotongan yang ideal. Bahan yang berbeda (High-Carbon/Low-Carbon Baja, aluminums, Berbagai jenis Plastik) juga membutuhkan  Kecepatan Pemotongan yang berbeda dan dapat dibubut/dipotong pada tingkat yang berbeda. Selain itu, beberapa alat atau proses (seperti penguliran, knurling, atau memotong, perlu bekerja pada kecepatan lebih lambat dari kecepatan potong yang ditentukan. Tin