Halo rekan-rekan BMB semua.... Banyak yang bertanya kepada saya, "Pak Made, sudah usia 50 tahun kok masih sibuk belajar investasi saham dan reksa dana? Apa tidak telat?" Jawaban saya sederhana: Sebagai bengkel kecil dengan modal minim, hasil kerja saya tidak akan membuat saya cepat kaya. Namun di usia yang sudah mulai menua tentu saya ingin kestabilan di kemudian hari. Maka saya harus belajar menyisihkan penghasilan bengkel untuk hari tua saya,namun bukan sekedar menabung,saya belajar investasi Investasi itu mirip dengan merawat mesin bubut. Kalau kita konsisten memberi pelumas dan melakukan kalibrasi, mesin itu akan bekerja lancar bertahun-tahun. Bedanya, investasi adalah mesin yang menghasilkan uang saat kita tidur atau sedang tidak memegang pahat. Hari ini, saya ingin berbagi cara saya membagi hasil keringat dari bengkel ke dalam portofolio investasi yang stabil namun tetap bertumbuh. Strategi "Tiga Pilar" Portofolio Saya Saya tidak menaruh semua telur dalam...
Halo rekan-rekan satu pahat! Di blog ini, kita sering sekali membahas soal teknik membubut, cara asah pahat, sampai cara setting mesin agar presisi. Tapi hari ini, saya ingin membahas satu hal yang sering dianggap remeh oleh pemilik bengkel UMKM atau bengkel rumahan: Pencatatan Keuangan. Banyak rekan yang bilang, "Pak Made, yang penting bengkel jalan, ada orderan masuk, bisa buat makan dan bayar gajian, itu sudah cukup." Dulu saya juga berpikir begitu. Tapi percaya saya, tanpa pembukuan yang jelas, bengkel kita itu seperti mesin bubut yang bearing -nya sudah oblak. Kelihatannya berputar, tapi hasilnya tidak pernah presisi! Kenapa Bengkel Rumahan Butuh Pembukuan? Berdasarkan pengalaman saya mengelola bengkelntk.com dan investasi pribadi, berikut adalah alasan mengapa mencatat uang itu sama pentingnya dengan mempresisikan ukuran benda kerja: 1. Memisahkan "Uang Bengkel" dan "Uang Dapur" Ini kesalahan paling umum. Sering kali uang bayaran dari pelanggan dip...